Sajak Hati
Embun pagi,
Seiring dengan
tetes kesejukannya
Aku tuliskan sajak
di awal musim
Sajak sejuta
pengharapan dalam diam
Ku bersandar pada
nyanyian indah
Nyanyian syahdu di
musim panas
Yang menyuguhkan
harapan pada tiap bait
Terhanyut dalam
iringan melodi
Ketika mentari
membiasi perona cinta
Menyibak dunia
dengan keagungannya
Saat itu kutitip
rasaku pada sang mentari
Untukku berbagi
dunia bersama imajinasiku
Yang kan
membawakan kisah tentang perjalanan hati
Hai jiwa,
Sinarnya yang
tampak kan menghampirimu
Menyinarimu ketika
kau terjaga
Menuntunmu kearah kau
tertuju
Mengiringi kisah
hingga musim berlalu
Lara Hati
Bersandar di tepi
malam
Ketika selimut
membuai hati tiap insan
Kali ini tak ada
lagi rembulan
Tak satupun cahaya
yang merangkul hati
Tinggalah duka
dengan luka menganga
Terasa tekad ini
perlahan terkikis oleh harapan
Ku tuntun jiwaku
ke kota mati
Ketika senja
menutupi raut muka
Raga yang kian
terasa maya
Seakan perlahan
merasuk dan membatu
Meringkih tak
terjamah oleh senyuman
Ku labuhkan hati
di samudera sunyi
Hingga bulan merah
jambu
Menuntunku kembali
ke tempat ini
Merasuk Membatu
Pikirkanlah
Nafas-nafas yang tiada ujung pangkal yang
maya,
Mengapa
tumbuhkan harapan yang semu
Mengapa
kau jadikan tumpuan
Rindu itu bertaut, bukan dengan bayangan
Pikirkanlah
Kepada siapa berlabuhnya sebuah hati
Berapa lama lagi engkau akan bermimpi
Raga semakin ringkih membawa diri
Raga kian tak sabar menunggu mati
Sendiri………..
Hingga semua
berlalu tak berarti apapun
Hanya dapat
menatap bintang
Berharap bisa
seperti mereka
Tapi………
Itu semua hanya
mimpi
Karena sampai
kapanpun aku akan terus sendiri
Terbelenggu dalam pedih
ini
Hingga semua akan
hilang
Jika aku tak
bernafas lagi
Nice poetry..
BalasHapusKedalaman puisi yg sangat dalam,hehee
Waah,,yuli mndadak jd pujangga baru ni ^^
yuli beralih profesi jadi pujangga ne??
BalasHapuskata-katanya sangat puitis..
Berharap bisa seperti mereka
BalasHapusTapi………
Itu semua hanya mimpi
ngena bgt di aku
ternyata kegalauannya mak ijo tersalurkan lewat puisi,
BalasHapussugoiiii >.<
keren bgt ini :)
BalasHapusayo share share :D
cie cie yang ahli puisi, kekekekekeke
BalasHapussugoina.
"Berapa lama lagi engkau akan bermimpi"
Kalau ada yang tanya itu, saya pasti jawab "suka suka gue dong, gue yg mimpi apa urusan lo, kekekkekeke" Kidding.
Terimaa kasih share puisinya, terus berkaya kawan
*blog jumper
^oo^
ooow ternyata yuli suka BERpuisi jugaaaaa,,,,
BalasHapussaingan nih..
ternyata oh ternyata dibalik sosok yuli tersimpan ssi seorang yang puitis,
BalasHapusmendadak hanyut ni,,,hanyut dg puisimu, nice :D
wahhh puisinya bagus. perlu belajar sama yuli..
BalasHapuswoooowww....puisinya bagus ni,,, >>>bakat yang terpendam
BalasHapusciiieee.....ngegalau niiii...
BalasHapuswah bagus puisinya.
BalasHapussugoi.
puitis sekali . jarang sekali baca puisi kyak gini
BalasHapusyulichan diam_diam menghanyutkan yha... :D
BalasHapusPuitis banget puisinya...
Bgus puisinya... Kpn2 bwtin aq puisi ya.. :P
BalasHapusWaoo kegalauan yg tersalurkan,, hahaa nice
BalasHapuswow..puisinya keren..bikin mewek...
BalasHapus@semua: mksi hehe :D ntar minta inspirasinya yak,,,mau bikin puisi yang buuaaanyyyaaakkk,,,hehehe
BalasHapus